Penyakit di
indonesia
Siang ini aku
berangkat untuk menuju rumah saudaraku tepatnya di steba.. sebelumnya aku
berniat mampir dulu di pasar raya karena ada sesuatu yang ingin aku beli.. di
sudut jalan aku melihat seorang bapak yang kedua matanya di tutupi oleh perban,
aku sangat kasihan melihatnya, kemudian aku memberi sedikit uang kepadanya..
dan di sudut lain aku juga bertemu dengan seorang adik yang ku lihat kakinya
ada sedikit cacat,, hmmm bisa di bilang bukan sedikit lagi, salah satu kakinya
lumpuh dan susah untuk berjalan.. aku lihat dia sedang asik memperhatikan gitar
unik yang di pegangnya.. kemudian aku menghampiri dan memberi uang.. dan aku
tersentak saat adik itu menolak pemberianku dan berkata
“ saya bukan
pengemis kak,,??? “
sungguh luar biasa,, aku baru ini mndapatkan jwabn seperti ini.. aku berkata “ maf dek,, kakak gk ada bermksud apa2,, sebelumnya kakak mau Tanya,, nama kamu siapa dan ngapain disini..??? “
adik itu menjawab “ nama saya andre kak,, saya baru siap ngamen.. ada apa kak, dan kakak kenapa disini..?? “
“ kakak Cuma kebetulan lewat aja,, masih sekolah dek “
“ gk kak,, gk ada biaya,,”
aku berkata dalam hatiku,, bukannya sekolah udah gratis sekarang atau munkin adik ini kekurangan biaya untuk dana seragam atau peralatan lainnya pikirku,, tapi aku tidak mau banyak Tanya,, takut nanti dia tersinggung dengan pertanyaan ku. Setelah beberapa saat kemudian seorang bapak menyapa adik tersebut “ hai ndre,, udah dapat berapa,, udah banyak belum uang mu..”
aku lihat senyum bahagia bercampur senyum ejekan kepada adik yang ku temui ini..
dan ternyata bapak ini adalah bapak yang ku temui di awal tadi,, oh tuhan beginikah cara bapak ini untuk mendapatkan uang, berpura pura buta agar bisa menarik perhatian orang lain untuk kasihan kepadanya dan memberi uang untuknya.. berbeda sekali dengan adik ini yang kakinya benar benar lumpuh dan masih tetap berusaha mencari uang dengan mengamen.. aku rasa bapak ini tidak tahu kalau aku tadi memberi uang kepadanya dan aku juga tidak ingin memberi tahu kepada adik yang ku temui ini meskipun adik ini mengenal bapak yang berpura pura buta itu..
ternyata penyakit di Indonesia sudah banyak sekali yang merajalela.. contohnya korupsi dan bermalas malasan,, mendapatkan uang tanpa ada usaha penuh
yah ternyata bangsa ini juga belum bisa di bilang untuk maju,,
mudah mudahan ada kesadaran dari diri masing masing saja,,
sebelumnya aku juga mengucapkan terimakasih kepada adik yang ku temui,, mendapatkan sebuah pelajaran berharga,, semoga di lain waktu kita bisa berjumpa lagi
desma hastuti
sungguh luar biasa,, aku baru ini mndapatkan jwabn seperti ini.. aku berkata “ maf dek,, kakak gk ada bermksud apa2,, sebelumnya kakak mau Tanya,, nama kamu siapa dan ngapain disini..??? “
adik itu menjawab “ nama saya andre kak,, saya baru siap ngamen.. ada apa kak, dan kakak kenapa disini..?? “
“ kakak Cuma kebetulan lewat aja,, masih sekolah dek “
“ gk kak,, gk ada biaya,,”
aku berkata dalam hatiku,, bukannya sekolah udah gratis sekarang atau munkin adik ini kekurangan biaya untuk dana seragam atau peralatan lainnya pikirku,, tapi aku tidak mau banyak Tanya,, takut nanti dia tersinggung dengan pertanyaan ku. Setelah beberapa saat kemudian seorang bapak menyapa adik tersebut “ hai ndre,, udah dapat berapa,, udah banyak belum uang mu..”
aku lihat senyum bahagia bercampur senyum ejekan kepada adik yang ku temui ini..
dan ternyata bapak ini adalah bapak yang ku temui di awal tadi,, oh tuhan beginikah cara bapak ini untuk mendapatkan uang, berpura pura buta agar bisa menarik perhatian orang lain untuk kasihan kepadanya dan memberi uang untuknya.. berbeda sekali dengan adik ini yang kakinya benar benar lumpuh dan masih tetap berusaha mencari uang dengan mengamen.. aku rasa bapak ini tidak tahu kalau aku tadi memberi uang kepadanya dan aku juga tidak ingin memberi tahu kepada adik yang ku temui ini meskipun adik ini mengenal bapak yang berpura pura buta itu..
ternyata penyakit di Indonesia sudah banyak sekali yang merajalela.. contohnya korupsi dan bermalas malasan,, mendapatkan uang tanpa ada usaha penuh
yah ternyata bangsa ini juga belum bisa di bilang untuk maju,,
mudah mudahan ada kesadaran dari diri masing masing saja,,
sebelumnya aku juga mengucapkan terimakasih kepada adik yang ku temui,, mendapatkan sebuah pelajaran berharga,, semoga di lain waktu kita bisa berjumpa lagi
desma hastuti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar