Minggu, 16 Maret 2014

surat cinta untukmu Ya ALLAH


Ya ALLAH, tahukah Engkau bahwa malam ini saya sangat merindukanMu… sangat ingin berbicara denganMu, sangat ingin berdua saja denganMu, sangat ingin Engkau mendengarkan apa saja yang saya alami dibumi milikMu, sangat ingin dimanjakan olehMu, sangat ingin disayangi dengan segenap kasih sayangMu, sangat ingin tidak ada hijab, tidak ada jarak diantara kita, sangat ingin Engkau memaafkan segala kesalahan saya dimasa masa yang lalu agar kita bisa bersama hingga ujung napas saya, bahkan setelah napas saya berpisah dari raga saya ini…
Ya ALLAH tahukah Engkau bahwa namaMu selalu saya sebut disetiap langkah saya… bahwa namaMu adalah nama terindah yang pernah saya kenal, bahwa dengan menyebut namaMu hati saya akan kembali tenang, bahwa namaMu mampu membuat segumpal daging merah bernama hati didalam jiwa saya bergetar, bahwa namaMu begitu indah bukan hanya ditelinga saya, tapi diseluruh darah yang mengalir sempurna didalam raga saya bahkan berdetak sempurna bak rentakan rampak gendang dijantung hati saya… 
Ya ALLAH saya ingin Engkau tahu bahwa sangat mencintaiMu melebihi apapun yang disinari oleh matahariMu, sayang ingin Engkau tahu bahwa cinta saya ini membuat saya ingin terus memperbaiki diri agar Engkau tahu bahwa semua yang saya lakukan adalah untuk memperoleh cintaMu karena saya tahu bahwa saya tidak bertepuk sebelah tangan atas cinta ini…
Ya ALLAH kehadiranMu selalu ada dalam setiap helaan napas saya, tak sehelapun tanpa kehadiranMu, Engkaulah pelepas dahaga jiwa saya, Engkaulah penghapus rasa lapar jiwa saya, penyejuk mata, cahaya akal, pengharum batin, Engkaulah penawar racun didalam raga hamba… You are my everything, You are the step I made, You are my daily sunshine 
Ya ALLAH jangan tinggalkan saya, jangan jauhi saya jika saya salah, … tak ada yang lebih baik dari yang saya miliki kecuali Engkau, tak ada cinta yang lain, tak akan saya mencintai apapun diduniaMu yang akan membuat Engkau cemburu dan marah lalu meninggalkan saya, TAK AKAN saya berselingkuh dengan Tuhan lain selain Engkau, tak akan ada cinta yang lain wahai ALLAH 
Ya ALLAH inilah saya yang mencintaiMu melebihi apapun … jangan tinggalkan saya 
Wahai ALLAH tercinta, yang tiada TUHAN selain Engkau … saya janji nanti saya akan kirimi lagi Engkau surat cinta saya yang lain ya ALLAH, saya tahu bahwa Engkau tidak pernah lelah menanti cinta saya … menunggu surat cinta saya yang lain, I LOVE YOU wahai ALLAH 
Ketahuilah wahai ALLAH bahwa surat cintaMu yang terlukis indah dalam kitab suciMu Al Quran selalu saya baca untuk melepas kerinduan yang membuncah didalam jiwa saya … saya sangat sangat merindukanMU.


Selasa, 11 Maret 2014

Jangan larang aku menulis

biarkan jemarimu menulis apa yang kamu fikirkan
tuntutlah mereka yang melarangmu untuk MENULIS

aku adalah penulis amatir yang masih melalangbuana untuk berimajinasi..
fatamorgana adalah cat warna terbaik untuk lukisan tulisan ini..

jika tak ada penyemangat ato semua orang sudah lupa.. ingat kamu punya yang maha SATU yang akan memberimu banyak semangat dan inspirasi.. tetap optimis, lihat ke depan,, yah ini kamu,, kamu bisa kan..???
biarkan mereka berkata " melankolis, menangis lalu menulis "
jangan di hiraukan..
berusaha untuk menjadi yang di kagumi,, jgn selalu jadi pengagum

tetap semangat desma hastuti
aku ingin menulis karena aku melihat yang kurasakan
aku menulis karena aku tau banyak tentang yang kudengar
aku menulis karena ada yang tidak bisa ku ungkap dihatiku
jangan kau larang aku untuk menulis
jangan kau bungkam ucapanku
nilai aku terserah seperti kau ingin
tanyakan apa saja dan kujawab seperti yang aku tau
terima kasih buat anda yang mendengar ocehan pertamaku
terima kasih juga pada yang tidak mau ambil peduli pada tulisanku
dan aku tetap akan menghormatimu
karena pada dasarnya kita sama
salam kenal buat anda  semua
juga untuk anda kompasiana
selamat pagi.



Terimakasih ya Allah, Tuhan yang maha kreatif, ayah bunda yang mendidik dan memberikan karakter pada hidup saya, teman-teman seperjuangan saya. Ini semua belum berakhir teman, bapak ibu guru dan tenaga pengajar lainnya yang membuat saya menerima sekian persen dari ilmu mereka, seniman seniman sejati yang memberikan sejuta inspirasi, terimakasih warna, terimakasih bentuk, terimakasih ruang, terimakasih waktu, terimakasih cinta, terimakasih buat kalian semua. Saya tidak akan bisa hidup tanpa kalian.


Kamis, 27 Februari 2014


Dia bukan sampah
Petikan gitar, berbunyi nyaring diperempatan jalan. Beradu, menembus kuping, Mengalahkan kerasnya rongrongan knalpot. Bocah kecil lusuh dengan rombengan kain memperlihatkan koreng hampir disetiap sisi tubuhnya. Menunjukkan betapa perih dan sakitnya hidup di buaian debu dan percikan matahari. Tetapi senyum ikhlas dan semangat masih tetap terlihat untuk sesuap nasi, walaupun itu cuma untuk satu kali. Telah lama ditinggal mati kedua orang tua. Begitu kabar yang ia dengar dari pengasuh panti. “Ayah, dan Ibu mu telah lama meninggal. Kamu ditinggal oleh seorang ibu paruh baya yang menemukanmu diatas sebuah kursi kayu tepat dibelakang toilet terminal. Hampir mati digerogoti semut dan nyamuk malam.”

Tak tergurat sedikitpun sesal ataupun menyalahkan dunia atas apa yang terjadi. Mereka disebut “Anak Jalanan”. Ya, anak jalanan. Bau asap knalpot dan dinginnya udara malam bukan lagi hal yang mesti mereka takuti. Hidup bebas tanpa belaian tak akan pernah lagi membuat mereka jengah. Tak jarang sisa-sisa sampah jadi pengganjal perut yang meronta-ronta.
Penyakit? bukan lagi hal yang mesti mereka pikirkan.
Dapat hidup hari ini saja sudah anugerah bagi mereka. Mereka bukan sampah, mereka hanya bocah terpinggirkan. Bukan salah mereka lahir seperti itu.

“kak ?” pinta seorang bocah bertubuh kecil disebelahku. Menyodorkan kantong bekas permen, tampak wajah penuh harap tergambar.
“Kencriiingg.” Beberapa keping receh yang ku rogoh dari saku segera meluncur deras masuk kedalam kantongnya. Dari mukanya yang datar penuh harap tadi seketika berubah. Bibirnya merekah, terangkat beberapa senti, memperlihatkan gigi kuning tak terawat. Namun cukup manis. senang rasanya.
“Terimakasih kak.”
lampu hampir menuju hijau. Angka sudah dibatas 5 detik. Tanpa ku hirau lagi bocah kecil itu pun ikut menepi. Angkot ya aku tumpangi kembali melanjutkan perjalanan, dan dia? kembali menunggu hingga lampu berubah merah untuk waktu yang selanjutnya.

Belakangan ini, hampir tiap minggu aku mesti lewat perempatan itu. Dan selalu, bocah kecil berwajah bulat dengan pakaian yang selalu compang-camping itu menghampiriku. Ia pun selalu tampak senang dengan receh ku yang tak seberapa. Aku jadi punya kebiasaan baru sekarang. Sebelum pergi dan harus melewati salah satu perempatan jalan itu, aku pasti menyiapkan beberapa keping receh untuk bocah tersebut.
Suatu ketika, aku persiapkan sebungkus makanan, yang kubeli disebuah rumah makan. Aku berencana untuk memberikan pada si bocah, hari ini aku ingin melihat lebih lama jalan hidupnya, cukup untuk hari ini saja.
Sampai sudah aku diperempatan, berhenti disebuah tambal ban. Bocah itu sudah melihat, tentu dengan senyumnya. Barangkali berharap receh yang lebih hari ini.
Kuhampiri dia, ku sodor sebuah kantong berisi nasi. Dia hanya terpelongo, mungkin bingung. Tapi tak apa, tetap ku beri dia.
Ku ajak dia menepi disebuah gubuk dipinggir jalan yang sudah tak terpakai lagi.
“Makanlah dulu.” Pujuk ku padanya.
“Iya kak, kebetulan emang lagi laper.” Bocah itu hanya cengengesan, tapi tetap terlihat jelas kerasnya dunia diatas air mukanya.
Setelah selesai dengan nasi bungkusnya, ku coba ajak dia berbicara. Tampak bibirnya bergetar menceritakan kisah hidup, tak terbayang oleh ku harus hidup seperti itu.
Aku masih bisa bersyukur di lahirkan di keluarga sederhana yang masih mampu untuk menghidupiku dengan lebih.

Sejak umur 7 tahun ia sudah lepas dijalanan. Panti tak lagi mengurus, entah apa alasannya, barangkali sebab dana yang jauh dari cukup. Tak bisa membiayai makan mereka terus menerus.
Pertanyaan terakhirku padanya untuk saat itu, “Apa pernah ada seseorang yang datang padamu, dan memberi bantuan, entah uang atau sekedar makanan?”
Ia jawab hanya dengan gelengan kepala.
Ya, setelah itu aku pulang. Kembali keperaduan.

“kak pulang dulu ya.”
Lagi-lagi ia hanya tersenyum.
Minggu-minggu selanjutnya aku masih lewat perempatan itu. Beberapa minggu aku masih setia memberinya receh. Hingga suatu minggu tak terdengar olehku petikan gitar itu.
hingga minggu berikutnya pun tak tampak lagi bocah kecil lusuh pencari receh.
Sampai satu hari, aku memberanikan diri untuk bertanya pada bapak tambal ban ditempat biasa bocah itu menanti dan berharap lampu akan selalu merah.
“Permisi Pak, anak yang selalu ngamen disini kemana ya?”
“Beberapa minggu lalu ia meninggal dik. Ada apa ya? adik saudaranya?” tutur si bapak padaku.
“Tidak pak, meninggal kenapa ya?”
“Sakit tipes katanya.”
“Bapak tahu rumahnya dimana?”
“Tidak dik, ada apa?”
“Oh tidak pak, terimakasih ya pak.”
Aku berlalu, masih bertanya-tanya. Bingung, kemana harus kucari kubur anak itu. Atau kemana aku harus mencari penjelasan, dia masih terlalu muda. Hari saat ku beri ia nasi bungkus, masih teringat olehku sedikit pembicaraan itu. Terselip juga cerita bahwa ia punya mimpi. Ia punya cita-cita, ingin membuka bengkel motor.
Apakah salah ia punya mimpi?
Apa anak jalanan tak boleh bermimpi?
Apa anak jalanan tak boleh hidup lama?
Apa menjadi anak jalanan harus seperti itu?
Lahir tanpa ada yang menanti?
Matipun tak ada yang menangisi?
Ada dan tidaknya dia, tak pernah dunia mau perduli?
Dunia tak pernah kenal dia.
Apa dunia tahu bahwa ia ingin berarti untuk dunia?
Kemana manusia? kemana mereka?
Ku lihat dengan jelas diperempatan jalan itu. tertulis sangat jelas, bahkan oleh mereka yang bermata minus.
“PERDULI TIDAK SAMA DENGAN MEMBERI”
Mereka melarang kami memberi receh langsung pada bocah-bocah malang itu. Salurkan pada mereka dan mereka akan kembali menyalurkan pada tempat yang benar.
Tapi kemana larinya?
Apa itu cuma sekedar kata?
Hanya sekedar untaian busuk?
“Anak Jalanan”, Mereka Bukan Sampah!!
Mereka bocah, anak-anak kita, adik adik kita
Mereka bukan untuk kita acuhkan apalagi kita buang. bukan untuk kita pinggirkan.
Mereka nyata, mereka ada ditengah-tengah kita. mereka butuh sebuah pembuktian. Bahwa Mereka ada.
Mereka butuh belaian dan peluk hangat dari kalian semua.
Mereka adalah Permata Indah. Dan Mereka Bukan Sampah!!



Best :)



Guruku Tersayang :)


Pagiku Cerahku
Matahari bersinar
kugendong tas merahku
di pundak

Selamat pagi semua
kunantikan dirimu
di depan kelasmu
menantikan kami

Guruku Tersayang
Guru tercinta
Tanpamu apa jadinya aku
Tak bisa baca tulis
Mengerti banyak hal
Guruku terimakasihku

Nyatanya diriku
Kadang buatmu marah
Namun segala ma'af
Kau berikan


Sangat terkesan dengan lirik lagu itu,, teringat adik-adik TPA kampungku,, dengan iseng nya mengganti  lirik lagu yang ada kata “ guru “ menjadi “ kakak “ :’(
aku bisa bersemangat dan bahkan sangat bersemangat jika mendengar gurauan dan candaan serta mnjaan dari kalian semua,,
kakak kangen kalian

Terimalah aku yang ingin bersuci
Terimalah baktiku untukmu
Kau guru yang mulia
Dan sungguh sempurna
Mengajarkan kebersamaan
Dan kasih sayang bagi semua
Tak akan berpaling hatiku
Dari teduhnya kasihmu
Kau guru yang mulia
Dan bijaksana
Jalanmu terang bagi dunia
Sungguh besar kasihmu, Ibu
Guru agung maha bijaksana
Kau ajarkan damai bagi dunia
Aku semakin mencintaimu
Kepada yang ku kagumi, kakak mentor ku tercinta
Dari adikmu desma hastuti
Padang, 16 November 2013

      Assalamualaikum wr.wb
Apa kabarnya kak, ama harap kakak selalu sehat ya, disini ama sedikit menuangkan kata-kata, setelah beberapa waktu ini kita bersama. Ama harap ada tanggapan ya dari kakak J
Berawal dari pertemuan kita yang di awali oleh mentoring, awalnya ama merasa biasa aja, tetapi setelah beberapa pertemuan ama merasa senang dan bersemangat untuk mengikuti mentoring ini. Mungkin karena mentoringnya di dampingi oleh kakak yang luar biasa, apalagi saat kakak bilang “ semangat ya dek “ ama paling suka dengan kata-kata yang itu. Kakak memberikan ama semangat baru, seiring langkah ama menjajaki dunia kampus ini, yang kata orang-orang sangat indah.
      Selama ini ama sangat menginginkan sosok seorang kakak cewek yang bisa mendengarkan semua isi hati ama, dan slalu ingin memberi solusi jika ama ada masalah, sekarang impian ama itu udah terwujud, karena ada kakak yang bisa slalu beri semangat dan solusi sama ama. Mungkin semua ini sepele kak, tapi ini benar-benar dari hati ama kak, ama ngungkapin ini semua karena ama menganggumi kakak, kakak adalah motivasi bagi ama, ama pengen kalo kakak tu nggak menganggap semua ini hanya karangan biasa aja, tetapi nilailah dengan keikhlasan dan kepercayaan. Ama harap hubungan silaturahmi kita ini nggak sampai di akhir mentoring aja kak, ama ingin kita slalu menjalini hubungan sampai kapanpun, dan ama sangat ingin kakak tetap memberi semangat dan motivasinya lagi buat ama. Dan jangan pernah bosan untuk slalu memberi kata “ semangat ya dek “. Ama suka sekali kak dengan kata itu, kalo bisa tiap hari kakak bilang itu sama ama, biar ama slalu tetap semangat kak, heheheheheh J
      Yang paling membanggakan ama pas ada acara lustrum peternakan kak, yang ada penghargaan buat mahasiswa berprestasi. Ternyata sosok yang ama kagumi itu tampil kedepan dengan membawa gelar mahasiswa berprestasi, ama ikut bahagia dengan prestasi kakak. Mudah-mudahan ama menjadi generasi selanjutnya ya kak, aamiin J

Terimakasih atas perhatian kakak selama kegiatan mentoring ini, terimakasih juga atas pendidikan yang kakak ajarkan kepada ama yang bisa menjadi pengalaman berharga buat ama khususnya dan umumnya buat teman-teman mentoring ama semua. Salam sayang dari adikmu yang slalu menunggu kasih sayang dan perhatian lebih darimu. J
Penyakit di indonesia

Siang ini aku berangkat untuk menuju rumah saudaraku tepatnya di steba.. sebelumnya aku berniat mampir dulu di pasar raya karena ada sesuatu yang ingin aku beli.. di sudut jalan aku melihat seorang bapak yang kedua matanya di tutupi oleh perban, aku sangat kasihan melihatnya, kemudian aku memberi sedikit uang kepadanya.. dan di sudut lain aku juga bertemu dengan seorang adik yang ku lihat kakinya ada sedikit cacat,, hmmm bisa di bilang bukan sedikit lagi, salah satu kakinya lumpuh dan susah untuk berjalan.. aku lihat dia sedang asik memperhatikan gitar unik yang di pegangnya.. kemudian aku menghampiri dan memberi uang.. dan aku tersentak saat adik itu menolak pemberianku dan berkata   
“ saya bukan pengemis kak,,??? “
sungguh luar biasa,, aku baru ini mndapatkan jwabn seperti ini.. aku berkata “ maf dek,, kakak gk ada bermksud apa2,, sebelumnya kakak mau Tanya,, nama kamu siapa dan ngapain disini..??? “
adik itu menjawab “ nama saya andre kak,, saya baru siap ngamen.. ada apa kak, dan kakak kenapa disini..?? “
“ kakak Cuma kebetulan lewat aja,, masih sekolah dek “
“ gk kak,, gk ada biaya,,”
aku berkata dalam hatiku,, bukannya sekolah udah gratis sekarang atau munkin adik ini kekurangan biaya untuk dana seragam atau peralatan lainnya pikirku,, tapi aku tidak mau banyak Tanya,, takut nanti dia tersinggung dengan pertanyaan ku. Setelah beberapa saat kemudian seorang bapak menyapa adik tersebut “ hai ndre,, udah dapat berapa,, udah banyak belum uang mu..” 
aku lihat senyum bahagia bercampur senyum ejekan kepada adik yang ku temui ini..
dan ternyata bapak ini adalah bapak yang ku temui di awal tadi,, oh tuhan beginikah cara bapak ini untuk mendapatkan uang, berpura pura buta agar bisa menarik perhatian orang lain untuk kasihan kepadanya dan memberi uang untuknya.. berbeda sekali dengan adik ini yang kakinya benar benar lumpuh dan masih tetap berusaha mencari uang dengan mengamen.. aku rasa bapak ini tidak tahu kalau aku tadi memberi uang kepadanya dan aku juga tidak ingin memberi tahu kepada adik yang ku temui ini meskipun adik ini mengenal bapak yang berpura pura buta itu..
ternyata penyakit di Indonesia sudah banyak sekali yang merajalela.. contohnya korupsi dan bermalas malasan,, mendapatkan uang tanpa ada usaha penuh
yah ternyata bangsa ini juga belum bisa di bilang untuk maju,,
mudah mudahan ada kesadaran dari diri masing masing saja,, 
sebelumnya aku juga mengucapkan terimakasih kepada adik yang ku temui,, mendapatkan sebuah pelajaran berharga,, semoga di lain waktu kita bisa berjumpa lagi

desma hastuti